HTML

Kamis, 31 Agustus 2017

Bahaya Obesitas





Obesitas adalah kelainan pada berat badan yang mengakibatkan kegemukan. Obesitas pada umumnya dipicu oleh pola makan yang tidak sehat serta pola hidup yang tidak baik, namun obesitas juga dapat dipicu oleh faktor genetika. Obesitas pada masa sekarang merupakan permasalahan yang cukup rumit untuk diatasi bahkan WHO (World Health Organitation) telah mendeklarasikan obesitas sebagai epidemik global.

Obesitas dapat digolongkan kedalam 3 golongan, yaitu:
1. Obesitas ringan : Kelebihan berat badan antara 20-40%
2. Obesitas sedang : Kelebihan berat badan antara 41-100%
3. Obesitas berat : Kelebihan berat badan lebih dari 100% (Obesitas jenis ini ditemukan sebanyak 5% diantara orang-orang gemuk)

Inilah beberapa bahaya obesitas atau penyakit yang disebabkan oleh obesitas:
Penyakit jantung.
Bagi penderita obesitas, jantung mereka akan lebih bekerja keras dibandingkan jantung orang yang tidak mengalami obesitas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dan apabila kemampuan kerja jantung sudah mencapai batas maksimal, maka akan terjadi gagal jantung.

Tekanan darah tinggi
Pembuluh darah pada penderita obesitas biasanya akan menyempit akibat lemak yang menumpuk, hal ini merupakan bahaya obesitas yang musti di waspadai sejak awal. Penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan penderita mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Osteoartritis.
Obesitas yang diderita seseorang dapat menyebabkan peningkatakan beban pada persendian bagian penyangga berat. Untuk contoh, misalnya persendian pada bagian lutut, penumpukan lemak dibagian itu dapat menambah beban bagi sendi lutut, sehingga lama kelamaan dapat menimbulkan peradangan yang berujung pada kelumpuhan (ketidaksanggupan seseorang untuk berjalan lagi).

Gangguan pada kulit.
Penderita obesitas pada umumnya rentan terhadap penyakit kulit, hal ini dikarenakan penderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang lebih sempit dibandingkan berat badannya, hal ini menyebabkan panas tubuh tidak dapat dibuang secara baik dan akan mengeluarkan keringat yang lebih banyak, sehingga kulit akan lebih rentan terhadap macam-macam penyakit kulit.

Efek Psikologis.
Menjadi gemuk atau mengalami obesitas adalah hal yang tidak diinginkan seseorang, kenapa? karena pada umumnya mereka akan di kucilkan, diolok-olok, dan akhirnya mereka mengalami gangguan psikologis seperti depresi, rendah diri, jauh dari pergaulan. Tapi tidak semua seperti itu, masih banyak orang yang peduli bahkan mendukung seseorang yang mengalami obesitas agar hidupnya menjadi lebih baik serta bahagia. Hal ini yang harus dilakukan, bukan mengucilkan atau bahkan mengolok-olok.

Impoten.
Impoten atau kemandulan (bagi laki-laki) pada penderita obesitas terjadi jika lemak sudah menutupi daerah sekitar kemaluan.

Stroke.
Pada fase tertentu bahaya obesitas dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit stroke. Hal ini dikarenakan terjadinya penumpukan lemak pada jaringan otak.

Rabu, 30 Agustus 2017

Pentingnya Olah raga


Di era yang serba modern ini, hampir semua manusia suka dengan sesuatu yang berbau instan (cepat).
Makanan cepat saji, Minuman cepat saji, belanja secara cepat dengan Online shop, Jasa angkutan juga dengan Online.

Hal itu menyebabkan gaya hidup kita berubah. Instan membuat kita menjadi malas menggerakkan badan. Semua tinggal klik. Selesai.

Tanpa kita sadari, perubahan gaya hidup tersebut akan berpengaruh terhadap badan kita. Yang tadinya kita jarang sekali merasakan capek, kini kita dengan mudah merasakan capek.Kenapakah bisa terjadi hal seperti itu? Semua itu akibat peredaran darah dalam tubuh tidak lancar.

Dengan kita banyak bergerak, maka jantung kita memompa darah dengan cepat tapi terartur. Otot kita bisa meregang, sehingga akan jauh dari kaku otot.

Lalu apakah yang bisa kita lakukan dengan perubahan gaya hidup yang seperti sekarang? Jalan satu - satunya adalah Olah Raga.Dengan menyempatkan olah raga, akan membuat badan kita menjadi segar kembali.

Namun, ada satu halangan yang akan dihadapi oleh para olahragawan.yaitu rasa malas dan bosan. Mereka merasa sudah cukup berolah raga sehingga merasa dirinya sehat. padahal olah raga tersebut tidak mengenal waktu. selama - lamanya yang tentunya tidak perlu dipaksa diluar kemampuan.

Jadikan diri kita sehat dengan Olah raga. (Mauludi)