HTML

Senin, 30 September 2019

Lupakan Lampu Sein, Bikin Orang Lain Celaka


(Mauludi) Pada minggu pagi, Budi yang masih kelas XI, diutus oleh ibunya ke pasar Grati untuk membeli keperluan dapur. Dengan riang gembira Budi berangkat dengan naik sepeda dengan santainya. Namun, saat sampai di pertigaan, tiba-tiba “Aduh, hampir saja.” teriak Budi sambil menahan laju sepedanya supaya tetap seimbang. Apa yang terjadi? Ternyata dia dikejutkan oleh motor yang berbelok tanpa memberikan tanda.

Mendengar teriakan Budi, spontan pengemudi motor tersebut meminggirkan motornya lalu berhenti dan menemui Budi. Dia melihat Budi sedang terdiam dipinggir jalan, tampak sekali Budi kaget atas kejadian itu.

Pengemudi tersebut segera menemui Budi dan melihat keadaan Budi. Karena merasa bersalah kemudian si pengemudi motor meminta maaf kepada Budi atas kesalahannya karena telah membelok tanpa memberi tanda, baik tangan maupun lampu sein.

Budi sebenarnya sangat jengkel dan ingin sekali marah, namun dia sadar sepenunya bahwa dengan  marah tidak akan menyelesaikan suatu masalah. Toh, si pengemudi motor juga sudah meminta maaf. Akhirnya merekapun berbaikan.

Itu adalah secuil cerita yang seringkali terjadi di sekitar kita. Bahwa sering kali kita mendapati para pemotor maupun pengandara mobil yang sering lupa untuk memberi tanda ketika mereka akan berhenti, berbelok maupun berbalik arah. Padahal dengan menyalakan lamu sein, mereka telah berbuat baik kepada orang lain.

Ya. Walaupun hanya dengan sebuah lampu sein kita telah berbuat baik kepada orang lain. Apa pasal? Karena dengan adanya lampu sein, pengendara yang lain akan jadi tau kemana arah tujuan kita berbelok. Sehingga mereka tidak perlu mengerem secara tiba-tiba.


Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sudah mengatur dengan rinci bahwa  Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.”

Serta, kita juga harus paham bahwa jarak yang pas saat kita ingin menyalakan lampu sein untuk berbelok adalah kurang lebih 10 sampai 20 meter. Dan jika ingin pindah lajur, minimal tiga detik sebelumnya kita sudah menyalakan lampu sein.

Seyogyanya, bagi kita yang sedang berkendara, selain kita perlu memperhatikan keselamatan diri sendiri juga sangat penting untuk memperhatikan keselamatan orang lain.


Kamis, 31 Agustus 2017

Bahaya Obesitas





Obesitas adalah kelainan pada berat badan yang mengakibatkan kegemukan. Obesitas pada umumnya dipicu oleh pola makan yang tidak sehat serta pola hidup yang tidak baik, namun obesitas juga dapat dipicu oleh faktor genetika. Obesitas pada masa sekarang merupakan permasalahan yang cukup rumit untuk diatasi bahkan WHO (World Health Organitation) telah mendeklarasikan obesitas sebagai epidemik global.

Obesitas dapat digolongkan kedalam 3 golongan, yaitu:
1. Obesitas ringan : Kelebihan berat badan antara 20-40%
2. Obesitas sedang : Kelebihan berat badan antara 41-100%
3. Obesitas berat : Kelebihan berat badan lebih dari 100% (Obesitas jenis ini ditemukan sebanyak 5% diantara orang-orang gemuk)

Inilah beberapa bahaya obesitas atau penyakit yang disebabkan oleh obesitas:
Penyakit jantung.
Bagi penderita obesitas, jantung mereka akan lebih bekerja keras dibandingkan jantung orang yang tidak mengalami obesitas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dan apabila kemampuan kerja jantung sudah mencapai batas maksimal, maka akan terjadi gagal jantung.

Tekanan darah tinggi
Pembuluh darah pada penderita obesitas biasanya akan menyempit akibat lemak yang menumpuk, hal ini merupakan bahaya obesitas yang musti di waspadai sejak awal. Penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan penderita mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Osteoartritis.
Obesitas yang diderita seseorang dapat menyebabkan peningkatakan beban pada persendian bagian penyangga berat. Untuk contoh, misalnya persendian pada bagian lutut, penumpukan lemak dibagian itu dapat menambah beban bagi sendi lutut, sehingga lama kelamaan dapat menimbulkan peradangan yang berujung pada kelumpuhan (ketidaksanggupan seseorang untuk berjalan lagi).

Gangguan pada kulit.
Penderita obesitas pada umumnya rentan terhadap penyakit kulit, hal ini dikarenakan penderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang lebih sempit dibandingkan berat badannya, hal ini menyebabkan panas tubuh tidak dapat dibuang secara baik dan akan mengeluarkan keringat yang lebih banyak, sehingga kulit akan lebih rentan terhadap macam-macam penyakit kulit.

Efek Psikologis.
Menjadi gemuk atau mengalami obesitas adalah hal yang tidak diinginkan seseorang, kenapa? karena pada umumnya mereka akan di kucilkan, diolok-olok, dan akhirnya mereka mengalami gangguan psikologis seperti depresi, rendah diri, jauh dari pergaulan. Tapi tidak semua seperti itu, masih banyak orang yang peduli bahkan mendukung seseorang yang mengalami obesitas agar hidupnya menjadi lebih baik serta bahagia. Hal ini yang harus dilakukan, bukan mengucilkan atau bahkan mengolok-olok.

Impoten.
Impoten atau kemandulan (bagi laki-laki) pada penderita obesitas terjadi jika lemak sudah menutupi daerah sekitar kemaluan.

Stroke.
Pada fase tertentu bahaya obesitas dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit stroke. Hal ini dikarenakan terjadinya penumpukan lemak pada jaringan otak.

Rabu, 30 Agustus 2017

Pentingnya Olah raga


Di era yang serba modern ini, hampir semua manusia suka dengan sesuatu yang berbau instan (cepat).
Makanan cepat saji, Minuman cepat saji, belanja secara cepat dengan Online shop, Jasa angkutan juga dengan Online.

Hal itu menyebabkan gaya hidup kita berubah. Instan membuat kita menjadi malas menggerakkan badan. Semua tinggal klik. Selesai.

Tanpa kita sadari, perubahan gaya hidup tersebut akan berpengaruh terhadap badan kita. Yang tadinya kita jarang sekali merasakan capek, kini kita dengan mudah merasakan capek.Kenapakah bisa terjadi hal seperti itu? Semua itu akibat peredaran darah dalam tubuh tidak lancar.

Dengan kita banyak bergerak, maka jantung kita memompa darah dengan cepat tapi terartur. Otot kita bisa meregang, sehingga akan jauh dari kaku otot.

Lalu apakah yang bisa kita lakukan dengan perubahan gaya hidup yang seperti sekarang? Jalan satu - satunya adalah Olah Raga.Dengan menyempatkan olah raga, akan membuat badan kita menjadi segar kembali.

Namun, ada satu halangan yang akan dihadapi oleh para olahragawan.yaitu rasa malas dan bosan. Mereka merasa sudah cukup berolah raga sehingga merasa dirinya sehat. padahal olah raga tersebut tidak mengenal waktu. selama - lamanya yang tentunya tidak perlu dipaksa diluar kemampuan.

Jadikan diri kita sehat dengan Olah raga. (Mauludi)